Menu

Dark Mode

Daerah

Cerita Anak Penjual Pentol Lulus Jadi Prajurit TNI

badge-check


					Keterangan foto : Wisnu Surya Saputra bersama kedua orang tuanya, Jumat (12/12/2025) Perbesar

Keterangan foto : Wisnu Surya Saputra bersama kedua orang tuanya, Jumat (12/12/2025)

Bantenkini.id Banten – Seorang anak penjual pentol kuah sukses menjadi anggota prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Dia adalah Wisnu Surya Saputra yang kini sedang mengikuti pendidikan di Pangalengan Kodam III Siliwangi.

Sang ayah setiap sore hari berjualan pentol kuah di pinggir jalan persis di depan Alfamart Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Lebak. Sementara itu, sang Ibu setiap pagi berjualan jamu keliling mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Wisnu Surya Saputra anak ketiga dari dua bersaudara asal Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten. Keseharian dia, setiap pulang sekolah selalu membantu ayah nya berjualan pentol kuah di pinggir jalan.

Menurut Nardi (orang tua) dari Wisnu Surya Saputra menjadi anggota prajurit TNI AD tidak lah mudah. Sebab, kata Nardi, berdasarkan cerita-cerita yang beredar di tengah masyarakat kalau menjadi prajurit harus menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

Tapi kata Nardi, dengan tekad dan niat yang kuat dari anaknya, Wisnu Surya Saputra bisa lulus tanpa biaya. Nardi mengaku terharu dan merasa bangga anaknya bisa lulus menjadi anggota prajurit TNI dengan murni.

“Anak saya modal nekat dan niat, saya bilang sama Wisnu kita tidak punya uang untuk biaya, paling hanya bisa mendoakan dan membantu uang untuk transport semampunya. Alhamdulilah anak saya mengerti kondisi ekonomi keluarga,” ucap Nardi dengan penuh haru.

Nardi, ayah dari Wisnu Surya Saputra yang berprofesi sebagai pedagang pentol kuah bercerita memang anaknya sejak kecil sudah menjadi atlit pencak silat. Bahkan, kata Nardi, Wisnu pernah menjadi Juara 1 nasional kelas E putra kejuaraan cabang olahraga DBON, Juara 2 propinsi
Juara 1 kabupaten.

Nardi bersyukur anaknya lulus masuk TNI-AD yang merupakan cita-cita kebanggaan keluarganya. Dalam himpitan ekonomi tersebut, kata Nardi, dia hampir dilanda putus asa. Dalam benak pikiran Nardi, dia sempat mengatakan apakah mungkin anaknya bisa lulus menjadi anggota TNI AD lantaran tidak memiliki uang untuk biaya.

Namun, mimpi anaknya menjadi anggota TNI kembali melecutnya. Tak mau menjadi beban pikiran sang ibu dan ayah. Kata Nardi, anaknya terus mengikuti proses seleksi dan sampai tingkat akhir di Bandung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0603 Lebak, Korem 063 Maulana Yusuf Serang, Grup 1 Kopassus Serang, Kodam III Siliwangi yang telah mensupport para calon Prajurit asli negeri menempuh seleksi dari Tes Administrasi sampai Pantukhir,” sebutnya.

“Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya. Saya saksi hidup biaya seleksi tidak dipungut biaya hanya untuk transportasi dan makan saja,” tambah Nardi dengan mata berkaca-kaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Excavator Disita, Penetapan Tersangka di Depan Mata

4 March 2026 - 00:06 WIB

Ramadhan Jadi Momentum Silaturahmi, Demokrat Dukung Program Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten

1 March 2026 - 20:57 WIB

Kunjungi Huntara, Kepala BNPB Minta Penghuni Rumah Mendapatkan Jaringan Air Bersih di Aceh

27 February 2026 - 01:55 WIB

Kepala BNPB Rangkul Tim Gabungan Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir Makassar

25 February 2026 - 23:44 WIB

Kepala BNPB: Hujan Lebat dan Angin Dominasi Bencana Banjir di NTB dan Banyunas

25 February 2026 - 08:36 WIB

Trending on Daerah