Bantenkini.com Surabaya – Anggota Komisi VI DPR RI Arif Rahman melakukan kunjungan kerja ke Pasar Wonokromo Surabaya pada hari ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk langsung memantau ketersediaan stok serta perkembangan harga bahan pangan esensial bagi masyarakat, seperti beras, minyak goreng, telur, dan bawang merah.
Dalam unggahan resmi di akun Instagram @arifrahman_official, Arif Rahman menyampaikan alasan pentingnya kunjungan langsung ke pasar tradisional.
“Pasar Wonokromo merupakan salah satu pasar besar di Surabaya yang menjadi tonggak pasokan pangan bagi ribuan warga. Melalui kunjungan ini, saya ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi aktual di lapangan, apakah stok cukup melimpah dan harga masih terjangkau bagi masyarakat,” ucapnya dalam kutipan yang diunggah bersamaan dengan foto-foto saat berinteraksi dengan pedagang dan pembeli.
Selama kunjungan, Arif Rahman juga berbincang erat dengan beberapa kelompok pedagang untuk mendengar keluhan dan aspirasi mereka. Ia menyoroti bahwa stabilitas harga pangan tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga pada kelangsungan usaha para pedagang kecil.
“Kita perlu memastikan bahwa kebijakan yang dibuat di tingkat pusat dapat benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta para pelaku usaha sangat penting untuk menjaga ketersediaan dan menekan lonjakan harga,” ucap politisi Nasdem tersebut.
Selain itu, politisi yang juga aktif dalam pengawasan sektor perdagangan ini mengungkapkan bahwa hasil pantauan di Pasar Wonokromo akan menjadi masukan penting bagi Komisi VI DPR RI dalam menyusun rekomendasi kebijakan terkait stabilisasi pangan. Ia berharap, melalui langkah-langkah preventif dan kolaboratif, harga pangan dapat tetap terkendali dan masyarakat tidak kesulitan mengakses kebutuhan dasar mereka.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada data statistik semata. Kunjungan langsung seperti ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi yang sebenarnya dialami oleh rakyat. Saya akan menyampaikan hasil observasi ini kepada sesama anggota Komisi VI untuk bersama-sama mencari solusi yang tepat,” pungkas Arif Rahman.












