Menu

Otomatis

Daerah

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Tanggapi Tuduhan Pemborosan Anggaran Sewa Hotel 2026

badge-check

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Tanggapi Tuduhan Pemborosan Anggaran Sewa Hotel 2026 Perbesar

Bantenkini.id Tangerang – Alokasi anggaran belanja sewa hotel Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang untuk tahun 2026 sebesar Rp 23,2 miliar tengah menjadi sorotan publik. Lonjakan ini dinilai janggal lantaran mengalami kenaikan drastis dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), total pagu anggaran tersebut mencapai Rp 23.259.573.620. Angka ini terbagi menjadi dua jalur: Jalur Penyedia sebesar Rp 4,7 miliar (17 paket) dan Jalur Swakelola yang membengkak hingga Rp 18,4 miliar.

Kritik tajam datang dari Ketua Bidang Anti Korupsi KITA Provinsi Banten, Agus Suryaman. Ia menilai lonjakan ini tidak sejalan dengan instruksi Presiden terkait efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Sangat ironis, dana Rp 23,2 miliar itu setara dengan renovasi sekitar 1.160 unit rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga miskin di pelosok Tangerang. Kami menuntut transparansi penuh atas urgensi tidur di hotel berbintang ini,” tegas Agus.

Jawaban Ketua DPRD Kabupaten Tangerang
Merespons

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud memberikan klarifikasi terkait mekanisme penganggaran di internal legislatif. Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan dana negara memiliki sistem pengawasan yang berlapis.

“Setiap penggunaan dana APBD itu, satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan oleh semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Karena itulah hadir lembaga yang memiliki kompetensi untuk memeriksa penggunaan uang negara, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujar Ketua DPRD saat memberikan keterangan resminya.

Ia menambahkan, selain BPK, terdapat fungsi pengawasan internal yang dijalankan oleh inspektorat di setiap pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk mengaudit realisasi keuangan.

Prosedur Penyusunan Anggaran
Mengenai besaran angka yang tercantum dalam RUP 2026, Amud Ketua DPRD menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari proses perencanaan yang panjang, bukan keputusan sepihak yang mendadak.

“Sekretariat DPRD itu, sebelum mengusulkan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terlebih dahulu menyusun Rencana Kerja (Renja). Setelah Renja ditetapkan, maka barulah tergambar kebutuhan anggarannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa usulan tersebut kemudian melalui tahap verifikasi di TAPD sebelum akhirnya disahkan. Pihaknya menjamin bahwa seluruh proses dilakukan sesuai dengan koridor hukum dan regulasi yang berlaku.

Meski demikian, desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat melakukan audit mendalam terhadap anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang terus menguat, guna memastikan tidak adanya potensi tumpang tindih anggaran atau manipulasi dalam skema swakelola tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Enam Pembina Rintisan Saka Patriot Kwarcab Kota Tangerang Mendapat Penghargaan Lencana Darma Bakti dari Kwartir Nasional

31 Aug 2026 - 05:46 WIB

Enam Pembina Rintisan Saka Patriot Kwarcab Kota Tangerang Mendapat Penghargaan Lencana Darma Bakti dari Kwartir Nasional

Rumah Muda Indonesia Kolaborasi dengan Dispora Akan Gelar Muda-mudi Fest ’26

27 Aug 2026 - 12:31 WIB

Rumah Muda Indonesia Kolaborasi dengan Dispora Akan Gelar Muda-mudi Fest ’26

Pemilik Hak Ulayat Nifasi Tegaskan: Tanah Adat Bukan Milik Negara

23 Aug 2026 - 18:47 WIB

Pemilik Hak Ulayat Nifasi Tegaskan: Tanah Adat Bukan Milik Negara

CIVITAS AKADEMIKA POLTEKKES KEMENKES BANTEN JURUSAN KEBIDANAN RANGKASBITUNG EDUKASI KADER TENTANG SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL

17 Aug 2026 - 10:17 WIB

CIVITAS AKADEMIKA POLTEKKES KEMENKES BANTEN JURUSAN KEBIDANAN RANGKASBITUNG EDUKASI KADER TENTANG SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL

Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan

13 Aug 2026 - 13:22 WIB

Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan
Trending on Daerah