BANTENKINI.ID, ACEH TAMIANG – Hasil kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah menghasilkan beberapa fasilitas umum kembali berjalan normal pasca banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dan Aceh.
Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia di Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah berjibaku membersihkan tumpukan material lumpur dan sisa endapan banjir, layanan kesehatan kembali dibuka untuk umum.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, mengatakan bahwa kerja bergotong-royong personel TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dalam membersihkan lumpur serta material lainnya yang menutupi area rumah sakit tersebut patut diapresiasi sehingga bisa melayani keluhan kesehatan masyarakat setempat.
Kolaborasi dari Kementerian Kesehatan bersama BNPB, Dinas Kesehatan, dan BPBD Kabupaten Aceh Tamiang serta segenap unsur relawan yang secara simultan dalam menyediakan peralatan medis juga dipandang menjadi faktor penentu.
Abdul Muhari menegaskan bahwa di antaranya tim petugas berhasil memulihkan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) difungsikan sebagai ruang rawat inap bagi pasien dengan kondisi medis ringan, sementara sejumlah ruang lain digunakan untuk layanan dengan kebutuhan penanganan khusus.
“Satu ruangan khusus telah difungsikan untuk penanganan bedah minor dan layanan persalinan, seiring upaya pemulihan bertahap sarana dan prasarana rumah sakit,” kata dia.
Apalagi Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 964 relawan sudah dikerahkan di Aceh Tamiang. Mereka terdiri atas dokter spesialis, dokter umum dan gigi, apoteker, bidan, perawat, tenaga medis lainnya, serta tenaga nonmedis yang juga disebar hingga fasilitas kesehatan tingkat kecamatan dan desa.
Abdul mengaku optimistis kualitas dan cakupan layanan kesehatan di Kabupaten Tamiang dapat terus meningkat sejalan dengan perbaikan fasilitas yang dilakukan secara berkelanjutan oleh berbagai unsur terkait.











