BANTENKINI.ID, KARAWANG – Banjir meluas terjadi di wilayah Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi, akibat intensitas hujan sangat tinggi mengguyur menyebabkan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet sehingga air masuk ke permukiman warga pada Minggu (18/1/2026) pukul 09.00 WIB. Banjir tersebut berdampak pada 27 desa di 12 kecamatan dan satu kelurahan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 14.038 jiwa terdampak, sementara satu warga di Bekasi dilaporkan meninggal dunia.
“Wilayah kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, dan Klari,”bkata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (20/1/2026).
Abdul Muhari menambahkan, bahwa petugas di lapangan mencatat sebanyak 4.304 Kepala Keluarga (KK) atau 13.841 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, terdapat 374 balita, 86 bayi, dan 77 lansia.
Petugas di lapangan telah melakukan asesmen, evakuasi warga yang terjebak banjir, serta pendistribusian logistik.
“Sebanyak 2.413 jiwa mengungsi dengan rincian 2.044 jiwa mengungsi di Kantor Kelurahan Tanjung Pura, Kecamatan Karawang Barat, 250 jiwa mengungsi di Desa Jarang Kugar, Kecamatan Telukjambe Barat, dan 119 jiwa mengungsi di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur,” kata dia.
Beberapa wilayah yang masih mengalami banjir cukup parah di antaranya Desa Karangligar Dusun Pangasinan, Kecamatan Telukjambe Barat. Selain itu, Dusun Tegaluhur di Kecamatan Telukjambe Timur serta Desa Gempol Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, juga masih terendam.
Di wilayah tersebut, ketinggian air rata-rata masih mencapai 1 meter hingga lebih. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total.
Selanjutnya, hujan deras disertai angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (18/1/2026). Kondisi tersebut memicu terjadinya banjir dan pohon tumbang di beberapa titik wilayah tersebut.
“Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret banjir, sementara 197 warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya
Abdul Muhari memastikan bahwa petugas telah melakukan asesmen di titik-titik lokasi banjir, mengevakuasi sembilan warga yang terjebak banjir, serta melakukan evakuasi pohon tumbang.
Selain itu, dilakukan pendistribusian bantuan logistik di beberapa titik lokasi banjir dan distribusi air bersih di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara.










