BANTENKINI.ID, PEKALONGAN – Banjir merendam daerah Pekalongan wilayah kabupaten dan kota, Jawa Tengah. Hingga saat ini, diperkirakan banjir mencapai ketinggian air bervariasi. Di beberapa titik, tinggi genangan air masih berkisar antara 50 sentimeter hingga satu meter.
Di Kabupaten Pekalongan, ribuan rumah warga masih terendam banjir di Kecamatan Wonokerto, Sragi, Tirto, dan Siwalan. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa warga mengungsi.
Sementara di Kota Pekalongan, banjir masih terjadi di Kecamatan Pekalongan Barat meliputi Kelurahan Tirto, Pasir Kraton Kramat, dan Bendan Kergon. Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Pekalongan Utara di Kelurahan Krapyak.
Di Kecamatan Pekalongan Timur, banjir Pekalongan masih merendam Kelurahan Landungsari. Genangan air yang belum surut membuat warga belum bisa kembali ke rumah.
Jumlah pengungsi di Kota Pekalongan tercatat sekitar 2.200 jiwa. Sementara di Kabupaten Pekalongan, jumlah pengungsi mencapai sekitar 350 jiwa.
Sejumlah lokasi digunakan sebagai tempat pengungsian warga terdampak banjir di antaranya, Aula Kecamatan Siwalan, rumah warga, masjid, Aula Ar Robitoh serta Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung ke lokasi banjir dan mengevakuasi korban banjir dan menyalurkan bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana banjir kepada Pemerintah Kota Pekalongan, di Ruang Rapat TPAD setempat, Rabu (21/1/2026)
Bantuan yang diserahkan meliputi pompa alkon 6 HP sebanyak 3 unit, perahu karet 3 unit, mesin perahu 25 HP 3 unit, gergaji mesin 5 unit, kaos lapangan oranye 100 lembar, sepatu boots 55 pasang, serta jas hujan 55 pcs, dengan total nilai bantuan mencapai Rp573.734.000.
Selain itu, BNPB juga menyerahkan 1 unit mobil pick-up operasional untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana dan distribusi bantuan, yang saat ini telah ditempatkan di Kantor BPBD Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menerangkan bahwa dukungan BNPB sangat signifikan dan tepat sasaran. Ia menyampaikan apresiasi tinggi karena seluruh kebutuhan dan usulan peralatan yang diajukan Pemerintah Kota Pekalongan dipenuhi sepenuhnya oleh BNPB tanpa terkecuali.
“Alhamdulillah, seluruh usulan bantuan yang kami ajukan kepada BNPB dipenuhi 100 persen. Ini sangat membantu kami di lapangan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan potensi banjir susulan,” terangnya
Pemerintah Kota Pekalongan telah mendirikan posko tanggap darurat di Dinsos-P2KB yang dilengkapi dengan dapur umum, melibatkan unsur TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat. Seluruh bantuan logistik dan peralatan dari BNPB akan segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Dengan dipenuhinya seluruh usulan bantuan oleh BNPB, Wali Kota Aaf optimistis upaya penanganan darurat bencana banjir dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran demi keselamatan serta pemulihan kondisi masyarakat.










