BANTENKINI.ID, KABUPATEN PASURUAN – Banjir melanda tujuh desa di Kabupaten Pasuruan setelah hujan lebat menyebabkan sejumlah sungai besar meluap.
Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Bangil. Di Desa Tambakan, banjir mencapai ketinggian 70 cm dan berdampak pada 188 kepala keluarga. Sementara itu, di Kelurahan Kalianyar, ketinggian air mencapai 50-75 cm, memengaruhi 976 kepala keluarga.
Desa Bandaran, Winongan Kidul, dan Prodo di Kecamatan Winongan juga terendam banjir dengan ketinggian air antara 20-35 cm, menyebabkan 208 kepala keluarga terdampak.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengingatkan masyarakat di Jawa Timur (Jatim) agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini disampaikan meskipun banjir di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur surut.
Kepala BNPB mengatakan bahwa tinggi muka air di Kabupaten Pasuruan yang sebelumnya terdampak cukup parah, kini telah menyusut signifikan. Tersisa di kisaran sepuluh hingga 50 sentimeter.
Meski demikian, BNPB memastikan tim gabungan masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga serta mengawal distribusi bantuan logistik. Kesiapsiagaan ini dilakukan seiring penetapan status tanggap darurat bencana yang berlaku hingga akhir Maret 2026.
“Mulai sore dapur umum di selter Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil sudah diaktifkan. Kalirejo sebelum banjir tapi sudah surut,” ucapnya












