Menu ✖

Otomatis

Headline

Hadapi Krisis Global, BKSAP Dorong Peran Aktif Indonesia Sebagai Penengah

badge-check

Keterangan foto : Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, Jumat (10/4/2026) Perbesar

Keterangan foto : Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, Jumat (10/4/2026)

Bantenkini.id TANGERANG – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan pentingnya penguatan diplomasi parlemen Indonesia di tengah gejolak konflik global. Dampak dari pertikaian di berbagai belahan dunia ini dinilai sudah sangat nyata, mulai dari ancaman krisis ekonomi, pangan, hingga gangguan jalur logistik.

“Efek dari konflik global yang terjadi saat ini sudah amat sangat nyata. Kita menghadapi potensi krisis ekonomi, krisis pangan, hingga gangguan logistik dan lainnya,” ujar Adde Rosi kepada Parlementaria, dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Diskusi BKSAP DPR RI bertema Prospek Diplomasi Parlemen di Tengah Konflik Global, Rabu (8/4/2026).

Indonesia Tegas di Posisi Non-Blok

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif BKSAP sebagai second track diplomacy atau jalur diplomasi alternatif untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Ia menegaskan, Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tetap berada pada posisi non-blok di tengah polarisasi kekuatan dunia yang semakin tajam.

“Kita tidak ada di blok Amerika, tidak di blok lain, kita ingin ada di posisi non-blok. Kami ingin melaksanakan diplomasi secara bebas aktif,” tegasnya.

Adde menambahkan, penguatan peran ini juga harus didukung dengan konsistensi pernyataan resmi yang disampaikan oleh pimpinan maupun anggota BKSAP di berbagai forum internasional.

Peran Sebagai Penengah

Ia menjelaskan, sejak awal konflik terjadi, Indonesia memang telah berupaya mengambil posisi sebagai penengah untuk mendorong perdamaian.

“Kita ingin semua negara melihat bahwa Indonesia sejak awal sudah mengusulkan diri menjadi penengah, berada di posisi tengah yang mengusung perdamaian,” ucapnya.

Adde berharap, keberadaan Indonesia dalam organisasi dunia seperti Inter-Parliamentary Union (IPU), ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), dan forum global lainnya bisa memberikan dampak nyata.

“Keberadaan Indonesia di organisasi dunia ini bukan hal murah, maka kita harus memantapkan posisi dan peran tersebut,” tambahnya.

Dorong Kelancaran Logistik

Secara konkret, Adde juga mendorong penguatan diplomasi bilateral, khususnya dengan negara-negara yang terlibat konflik. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan kelancaran akses pelayaran.

“Kita berharap pertemuan bilateral ini bisa segera membuka akses, misalnya di Selat Hormuz, agar kapal-kapal Indonesia bisa segera melintas dengan aman dan lancar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Dosen Akuntansi Unpam Serang Gelar PKM Edukasi Kepatuhan Pajak Sektor UMKM Pasca-Harmonisasi Peraturan Perpajakan 2025

19 Oct 2026 - 13:01 WIB

Dosen Akuntansi Unpam Serang Gelar PKM Edukasi Kepatuhan Pajak Sektor UMKM Pasca-Harmonisasi Peraturan Perpajakan 2025

LT II Kwarran Pinang Diikuti 600 Peserta dan Dibuka Ketua Kwarcab Kota Tangerang

17 Oct 2026 - 10:46 WIB

LT II Kwarran Pinang Diikuti 600 Peserta dan Dibuka Ketua Kwarcab Kota Tangerang

Kontingen SOIna Banten Menuju Pesonas 2026 NTT

13 Oct 2026 - 06:13 WIB

Kontingen SOIna Banten Menuju Pesonas 2026 NTT

Edukasi Kewajiban Perpajakan dalam Meningkatkan Ketertiban Administrasi dan Kepatuhan Pajak UMKM Motekar 97

12 Oct 2026 - 09:11 WIB

Edukasi Kewajiban Perpajakan dalam Meningkatkan Ketertiban Administrasi dan Kepatuhan Pajak UMKM Motekar 97

Lembaga Kesehatan MUI Kota Tangerang Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kulit Gratis

8 Oct 2026 - 20:14 WIB

Lembaga Kesehatan MUI Kota Tangerang Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kulit Gratis
Trending on Daerah