Menu

Dark Mode

Headline

Kepala BNPB Optimalkan Kanal Komunikasi Antar Daerah Tangani Bencana 

badge-check


					Kepala BNPB Optimalkan Kanal Komunikasi Antar Daerah Tangani Bencana  Perbesar

 BANTENKINI.ID, JAKARTA – Komunikasi yang baik dan terhubung dengan cepat menjadi faktor utama dalam menanggulangi bencana yang terjadi di daerah. Penanganan menjadi lebih cepat dan mudah ke titik bencana, jika terjalin komunikasi antara daerah dan pusat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menilai jejaring komunikasi seperti grup percakapan daring dan radio Handheld Transceiver (HT) yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga aparat kecamatan dan desa, menjadi mekanisme efektif dalam penyampaian informasi peringatan dini bahaya hidrometeorologi.

“Penguatan jejaring komunikasi tersebut penting untuk memastikan informasi peringatan dini dapat diterima masyarakat secara cepat dan berjenjang hingga tingkat keluarga,” kata Kepala BNPB

Selain kesiapsiagaan di tingkat rumah tangga, kata dia, sistem komunikasi yang terhubung dari BPBD, aparat kecamatan, hingga perangkat desa, mampu mempercepat respons apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan maupun kenaikan tinggi muka air.

BNPB mengimbau pemerintah daerah (pemda) terus mengoptimalkan kanal komunikasi yang sudah ada, termasuk pemanfaatan grup percakapan daring seperti WhatsApp (WA) dan radio komunikasi lapangan, agar informasi potensi bahaya dapat segera ditindaklanjuti oleh masyarakat.

Saat beraktivitas di luar ruang yang terjadi hujan deras dan angin kencang, kata dia, masyarakat diimbau menjauhi pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang, meningkatkan kehati-hatian saat berada di kawasan perbukitan curam yang rawan longsor.

Berdasarkan data yang dirangkum Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan dampak cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, banjir pada Senin (23/2) merendam sembilan desa dan dua kelurahan di tujuh kecamatan dengan tinggi muka air 10 hingga 15 centimeter. Sebanyak 196 kepala keluarga terdampak, satu jembatan rusak, serta 800 meter persegi lahan pertanian terendam, sebelum banjir berangsur surut pada Rabu (25/2).

Sementara itu di Bali, banjir pada Selasa (24/2) berdampak di Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung. Di Tabanan, tiga kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak, sedangkan data korban di Denpasar dan Badung masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Untuk itu BNPB mendorong BPBD dan instansi terkait memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta menjaga efektivitas jejaring komunikasi sebagai garda terdepan penyampaian peringatan dini guna meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang Mudik Lebaran 2026, Kepala BNPB Persiapkan Langkah Strategis Antisipasi Bencana

28 February 2026 - 02:35 WIB

Kunjungi Huntara, Kepala BNPB Minta Penghuni Rumah Mendapatkan Jaringan Air Bersih di Aceh

27 February 2026 - 01:55 WIB

Kepala BNPB Kunjungi Penghuni Huntara dan Salurkan Bantuan Bahan Pokok di Aceh Tamiang

26 February 2026 - 01:58 WIB

Kepala BNPB Rangkul Tim Gabungan Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir Makassar

25 February 2026 - 23:44 WIB

Dispora Kota Tangerang Adakan Pascom III Piala Walikota Berhadiah Uang Total Rp42 Juta

25 February 2026 - 19:11 WIB

Trending on Headline