Menu

Dark Mode

Daerah

Kepala BNPB Salurkan Dana Stimulan Rumah Rusak Sedang sebesar Rp. 30 Juta di Lhokseumawe 

badge-check


					Kepala BNPB Salurkan Dana Stimulan Rumah Rusak Sedang sebesar Rp. 30 Juta di Lhokseumawe  Perbesar

BANTENKINI.ID, ACEH – Wajah gembira terpancar dari pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor Sumatera dan Aceh. Pasalnya, Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan dana stimulan pembangunan rumah rusak ringan-sedang senilai Rp369,9 miliar untuk 17.251 kepala keluarga (KK) terdampak bencana dari tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat serta Sumatera Utara.

“Bantuan stimulan rumah rusak hari ini disalurkan kepada 17.251 kepala keluarga di 25 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatera Utara. Total nilai bantuan mencapai Rp369,915 miliar,” kata Kepala BNPB Suharyanto di Lhokseumawe, Aceh, Jumat (13/02/2026)

Pernyataan itu disampaikan Suharyanto dalam penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang untuk masyarakat terdampak bencana sumatera, di Balai Kota Lhokseumawe.

Suharyanto menyebutkan, dana stimulan ratusan miliar tersebut disalurkan Rp15 juta per kepala keluarga untuk rumah rusak ringan, dan Rp30 juta rusak sedang.

“Masih ada 24 kabupaten/kota yang sedang dalam proses verifikasi data, dan penyalurannya akan segera dilakukan pada minggu depan,” ujarnya.

Di Kota Lhokseumawe sendiri, terdapat 23 KK penerima bantuan rumah rusak ringan dan 1.178 KK penerima bantuan rumah rusak sedang, dengan total bantuan sebesar Rp35,685 miliar.

Artinya, hampir 90 persen pengajuan dari Wali Kota Lhokseumawe telah disetujui, hanya 21 KK yang masih memerlukan verifikasi ulang, dan segera menerimanya setelah proses verifikasi selesai.

Suharyanto menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara berjenjang dari bawah ke atas. Tim gabungan dari berbagai unsur terlebih dahulu memeriksa langsung kondisi rumah warga terdampak.

Kemudian, dilakukan pengkategorian sebagai rusak ringan atau sedang sesuai petunjuk pelaksanaan berlaku. Data tersebut, selanjutnya naik secara berjenjang hingga ke tingkat atas.

Menurutnya, proses ini berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Bagi warga terdampak yang tidak memenuhi kriteria rusak ringan atau sedang, pemerintah dapat membantu melalui skema bantuan lain yang tersedia.

Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening bank penerima. Pencairan dapat dilakukan hingga 80 persen dari total dana yang diterima. Sisanya 20 persen baru dapat dicairkan setelah ada bukti bahwa dana sebelumnya telah digunakan untuk perbaikan rumah.

Sebelumnya, BNPB juga telah memberikan bantuan kepada korban rumah rusak berat melalui skema pembangunan hunian sementara (huntara) dan pemberian dana tunggu hunian (DTH).

Pembangunan huntara hingga saat ini terus berlangsung, ditargetkan sebelum memasuki Ramadhan, tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian karena telah menempati huntara. Di Lhokseumawe, 67 unit huntara sudah siap dibangun.

“Untuk hunian tetap di Lhokseumawe, hingga hari ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan. Pembangunan akan segera dimulai, baik melalui relokasi terpusat maupun relokasi mandiri,” kata Suharyanto.

Dalam kesempatan ini, Muhammad A Wahab, penerima bantuan stimulan rumah rusak, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Apalagi, rumahnya di Kecamatan Muara Dua rusak akibat bencana, tanah dari bukit mengalir dan menerjang rumahnya hingga membuat tembok retak serta beberapa tiang roboh, dan sempat mengungsi.

Setelah dilakukan pengecekan oleh berbagai tim, rumahnya dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima bantuan stimulan.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dana tersebut akan saya gunakan untuk merenovasi bagian belakang rumah yang berdekatan dengan bukit,” demikian Muhammad A Wahab.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia terus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hari ini, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) telah menyelesaikan penyaluran bantuan stimulan pembangunan rumah rusak ringan dan sedang secara serentak di 25 kabupaten/kota terdampak di ketiga provinsi tersebut.

Selain memulihkan infrastruktur, pemerintah berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin. Misalnya, BNPB memberikan DTH, Kementerian Sosial memberikan santunan ahli waris, serta pembangunan huntara yang dibangun oleh banyak institusi di berbagai lokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HUT Gerindra ke-18: Pos Kesehatan Hadir di Pusat Aktivitas Masyarakat

15 February 2026 - 00:14 WIB

Bersama Wali Kota Lhokseumawe, Kepala BNPB Salurkan Bantuan Perbaikan 1.275 Rumah Banjir Bandang

13 February 2026 - 21:31 WIB

Kunjungi Kabupaten Bener Meriah, Kepala BNPB Instruksikan Percepat Pembangunan Huntara Jelang Ramadhan 

13 February 2026 - 20:32 WIB

Disematkan Pin Brevet, Kepala BNPB Dapat Anugerah Warga Kehormatan Basarnas

13 February 2026 - 02:47 WIB

Kepala BNPB: 108 Aliran Air Sungai Perlu Rehabilitasi untuk Cegah Terjadi Bencana

13 February 2026 - 02:09 WIB

Trending on Daerah