BANTENKINI.ID, ACEH TENGAH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengevakuasi seorang ibu hamil Bernama Neli Suryani, warga Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, lewat jalur udara dengan menggunakan helicopter.
Neli Suryani didiagnosa mengalami kondisi ketuban merembes dan nyeri pinggang yang hebat, sehingga membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.
Dengan menggunakan helikopter, pasien langsung diterbangkan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, guna menyelamatkan ibu dan janin dalam kandungannya.

Relawan Bencana Aceh Mahlizar Safdi menyebut langkah cepat ini menjadi kunci keselamatan ibu dan bayi. “Jika terlambat ditangani, risiko terhadap bayi sangat besar karena ketuban sudah pecah,” ujarnya.
Setibanya di RSUD Datu Beru Takengon, Nely Suryani melahirkan secara normal pada pukul 19.42 WIB. Bayi perempuan tersebut merupakan anak keempat dari tiga kakak perempuan. Saat ini ibu dan bayi dirawat di ruang kebidanan RSUD Datu Beru Takengon, Kamar 12 Kelas III lantai 2, didampingi suami, Abdullah, yang datang dengan perlengkapan seadanya dari desa.
Kondisi Desa karang Ampar merupakan daerah terisolir selama dua bulan terakhir ini akibat banjir dan tanah longsor. Akses jembatan utama yang menuju desa tersebut putus total akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.
Saat ini BNPB bersama tim relawan dari masyarakat dan TNI bekerja keras membersihkan lumpur dan bekas material banjir, agar akses jalan darat dapat dilalui.











