BANTENKINI.ID, AGAM – Bangunan Hunian Sementara (Huntara) sudah terbangun hampir 90 persen di Kecamatan Palembayan, di SDN 05 Kayu Pasak, Agam, Sumatera Barat. Proses pembangunan huntara ditargetkan selesai sebelum Ramadhan 2026 ini. Dan korban banjir bandang dan longsor sudah bisa menempati huntara saat bulan puasa tiba.
Bupati Agam Benni Warlis menuturkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk segera menempati hunian tersebut, bahkan warga telah mulai berpartisipasi membersihkan unit Huntara yang telah selesai dibangun.
“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan Huntara ini akan rampung dan nantinya diresmikan, baik oleh Bapak Presiden RI, Bapak Menteri Dalam Negeri, maupun Kepala BNPB,” kata Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya BNPB, TNI, serta masyarakat, yang tetap bekerja maksimal di tengah kondisi cuaca ekstrem sepanjang Desember hingga Januari.
“Walaupun cuaca cukup berat, pekerjaan tetap diupayakan selesai secepat mungkin agar segera dapat dihuni oleh masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja menyampaikan bahwa pembangunan Huntara ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam memberikan perlindungan dan kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan yang terjadi bukanlah bentuk kelalaian, melainkan tantangan alam yang harus dihadapi bersama.
“Kami ingin memastikan ketika masyarakat masuk ke Huntara, kondisinya sudah benar-benar layak dan aman untuk dihuni,” kata Ary.
BNPB membangun tujuh titik hunian sementara dengan rincian di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan sebanyak 117 unit, dan di Lapangan Bola Padang Sibabaju Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan 88 unit.
Lalu di Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan 51 unit, dan Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto 33 unit.
Setelah itu di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak 14 unit, di Lahan Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya 35 unit, serta di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya 19 unit.
Hunian sementara itu dibangun dengan dana BNPB dan pemerintah pusat











