Menu ✖

Otomatis

Headline

BNPB Alokasikan Rp 60 Juta Bangun Hunian Sementara dan Rumah Permanen Korban Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Utara

badge-check

BNPB Alokasikan Rp 60 Juta Bangun Hunian Sementara dan Rumah Permanen Korban Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Utara Perbesar

OBORBANGSA.COM, ACEH UTARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  akan alokasikan anggaran untuk hunian sementara dan hunian permanen untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera.

Dalam pertemuan Bersama Bupati Aceh Utara Ismail A Jazuli, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan rencana skema hunian sementara dan hunian permanen nanti akan dibangun oleh pemerintah, masyarakat dibolehkan untuk memilih lokasinya.

“Untuk hunian sementara (Huntara), nanti dibangun oleh pemerintah. Masyarakat boleh memilih, mau menetap di Huntara atau tidak, misalnya memilih di rumah saudara, juga boleh,” kata Suharyanto kepada wartawan di Langkahan, Aceh Utara, Selasa (16/12/2025).

Suharyanto menjelaskan, bagi korban bencana yang tinggal di rumah keluarganya, pemerintah akan memberikan biaya sebesar Rp 600.000 per bulan selama enam bulan.

“Asumsinya, selama enam bulan, pembangunan rumah permanen telah rampung dikerjakan,” tambahnya.

Mengenai biaya pembangunan rumah, Suharyanto merinci pagu anggaran untuk rumah baru sebesar Rp 60 juta, rumah rusak sedang Rp 30 juta, dan rumah rusak ringan Rp 15 juta.

“Untuk lokasi pembangunan rumah, warga dibolehkan menentukan di atas lahan sendiri. Selain itu, Bupati akan menentukan lokasinya, jadi rakyat bisa memilih sendiri. Asal tanahnya tunjukan, kita bangun, dan tanah aman tanpa sengketa,” tegasnya pada Selasa (16/12/2025).

Sebagai informasi, bahwa hingga saat ini, sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, 163 orang dilaporkan meninggal dunia, dan enam orang masih dalam pencarian.

Kerusakan infrastruktur juga cukup parah, dengan 12 daerah irigasi mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier juga rusak akibat terjangan banjir. Luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 14.509 hektar, yang kini dipenuhi lumpur sisa banjir setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat digunakan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Tasyakuran Rekor 4 Juta Ton Beras, BULOG Lebak‑Pandeglang Berbagi Santunan Anak Yatim Piatu

9 Oct 2026 - 17:32 WIB

Tasyakuran Rekor 4 Juta Ton Beras, BULOG Lebak‑Pandeglang Berbagi Santunan Anak Yatim Piatu

Lembaga Kesehatan MUI Kota Tangerang Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kulit Gratis

8 Oct 2026 - 20:14 WIB

Lembaga Kesehatan MUI Kota Tangerang Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kulit Gratis

Jota Joti 2026, Kwarcab Kota Tangerang Gratiskan Pendaftaran Peserta

8 Oct 2026 - 16:20 WIB

Jota Joti 2026, Kwarcab Kota Tangerang Gratiskan Pendaftaran Peserta

Bimtek Pengelolaan Hutan, Arif Rahman Dekati Petani Langsung

7 Oct 2026 - 20:13 WIB

Bimtek Pengelolaan Hutan, Arif Rahman Dekati Petani Langsung

Dosa dan Kesalahan Purbaya Sebabkan Berhentinya Roda Perekonomian Nasional

1 Oct 2026 - 20:38 WIB

Dosa dan Kesalahan Purbaya Sebabkan Berhentinya Roda Perekonomian Nasional
Trending on Headline