BANTENKINI.ID, ACEH TAMIANG – Saluran gorong-gorong masih tersumbat pasca banjir bandang dan longsor di Aceh. Material lumpur masih menumpuk sehingga drainase menjadi dangkal dan genangan air kembali muncul saat hujan turun.
Pemandangan ini masih terlihat di saluran air sejumlah titik di Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan pembenahan terus dilakukan di Kampung Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pascabanjir yang merendam kawasan tersebut secara merata sejak akhir November 2025.
“Meski air telah lama surut, jejak banjir akibat cuaca ekstrem masih tampak di sejumlah sudut wilayah hingga saat ini,” kata Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).
Ia menyebut pemerintah daerah bersama masyarakat terus berupaya memulihkan kawasan yang merupakan salah satu wajah perekonomian Kota Kuala Simpang tersebut.
Meski belum sepenuhnya pulih, lanjut Muhari, kerja sama atau berandanan (gotong royong) mulai menunjukkan hasil nyata.
“Jalur-jalur yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini sudah dapat diakses kembali. Namun, tantangan masih tersisa. Saluran drainase di sejumlah titik masih tersumbat sampah dan endapan lumpur, sehingga genangan air kembali muncul saat hujan turun,” tuturnya.
Pada Jumat, pembersihan difokuskan pada pembukaan drainase dari berbagai material penyumbat.
Sejumlah alat berat berupa ekskavator dan dump truck dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut.
“Peralatan ini dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Aceh Tamiang dengan dukungan pembiayaan dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” tambahnya.
Dalam upaya pembersihan tersebut, pemerintah memberdayakan warga lokal sebagai operator alat berat.
Ia menyebut pemberdayaan masyarakat lokal ini merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah dan warga dalam proses pemulihan pascabencana.











