BANTENKINI.ID, KUDUS – Langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi banjir di daerah Kudus adalah normalisasi sungai Juwana sebagai upaya mencegah banjir terulang kembali.
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) memprioritaskan mengeruk sungai Juwana agar aliran sungai kembali normal dan dapat menampung debit air dengan baik, walaupun dalam keadaan hujan deras.
“Intinya untuk kebutuhan dasar harus terjamin, namun ada permintaan agar dilakukan normalisasi sungai Juwana,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau pengungsian banjir di aula DPRD Kudus.
Normalisasi Sungai Juwana disebut menjadi prioritas penanganan. “Dari keterangan BBWS Pemali Juwana, normalisasi Sungai Juwana menjadi prioritas program kerja,” ujarnya.
Ia berharap, normalisasi sungai Juwana dapat segera direalisasikan untuk antisipasi jangka menengah dan jangka panjang. Modifikasi cuaca di wilayah Gunung Muria dan Laut Jawa juga sudah dilakukan sejak tiga hari lalu.
“Sampai sekarang sudah ada satu pesawat yang melakukan modifikasi cuaca. Itu merupakan masukan dari BMKG,” ujarnya
Meski demikian, ia memastikan, kebutuhan dasar lainnya bagi pengungsi tetap diperhatikan. Di antaranya, alat pembersih, pakaian dalam, minyak angin, serta obat – obatan.
“Nanti kami akan kirim bila memang Pemkab tidak ada anggaran. Jadi tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Namun, untuk permintaan bantuan alat berat guna mengatasi longsor, pihaknya tidak bisa memenuhi. BNPB memberi solusi agar Pemkab Kudus menyewa alat berat dan pemerintah pusat akan membantu pembiayaan sewanya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, bencana hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas. Tercatat 2 kecamatan terdampak longsor dan 7 kecamatan terdampak banjir.
Ada 38 desa dengan sekitar 47.000 jiwa yang terdampak banjir. Sementara, ada sekitar 2.000 yang warga mengungsi dan tersebar di 11 titik pengungsian.
“Kami bersyukur soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda), relawan, dan seluruh unsur terus terjaga. Saat ini kebutuhan dasar para pengungsi pada prinsipnya telah terpenuhi,” ujar Sam’ani











