“Kami tidak sekadar membangun organisasi, melainkan membuka ruang kebersamaan agar kebebasan berkarya tetap setara dan beretika.”
— Basuki Prahoro
BANTENKINI.ID, TANGERANG – Di tengah lanskap kesenian yang kerap terbelah oleh gaya, latar belakang, dan kepentingan, SETARA Art hadir sebagai ruang tumbuh bersama yang menempatkan kebersamaan dan kesetaraan sebagai pijakan utama.
Komunitas seni ini dikoordinatori oleh M. Nurdin Priyo Utomo, yang akrab disapa Mas Tomo, seorang perupa yang dipercaya para seniman lintas wilayah di Tangerang Raya.
“SETARA Art adalah komunitas seni lintas daerah dengan beragam latar budaya. Anggotanya berasal dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan,” ujar Mas Tomo.
Ia menambahkan, sejumlah anggota lainnya berasal dari luar daerah seperti Lampung, Yogyakarta, Jakarta, Semarang, serta wilayah lain di Banten.
“Mereka kami anggap sebagai anggota kehormatan,” tuturnya kepada Arie Siswana, wartawan Bantenkini.id.
SETARA Art memiliki singkatan dari Seniman Tangerang Raya—merupakan komunitas seni rupa yang menghimpun perupa dari beragam latar praktik, mulai dari pelukis, pematung, hingga perupa instalasi. Komunitas ini lahir dari kegelisahan yang sama: bagaimana kesenian dapat bertumbuh tanpa sekat dan tanpa hirarki yang membatasi dialog maupun proses kreatif.
“SETARA Art bukan soal menyamakan gaya, tapi menyatukan niat,” kata Ridwan Manantik, salah satu penggagas komunitas ini. Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem kesenian yang sehat dan saling menopang.
Selain Ridwan, sejumlah tokoh seni rupa lintas generasi seperti Basuki Prahoro, Dirot Kadirah, serta budayawan dikDOANK turut mendukung keberlanjutan SETARA Art sebagai komunitas yang mewadahi dan merawat kreativitas seni di wilayah Tangerang Raya.
Dalam praktiknya, SETARA Art membuka ruang diskusi, proses berkarya bersama, pameran, serta kegiatan edukatif yang melibatkan publik. Komunitas ini tidak hanya menaruh perhatian pada hasil karya, tetapi juga pada proses, relasi antarseniman, serta keberlanjutan praktik seni itu sendiri.
Ke depan, SETARA Art berencana memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak—mulai dari komunitas seni, lembaga pendidikan, hingga institusi kebudayaan.
Tujuannya satu: memberi manfaat tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi ekosistem kesenian yang lebih luas.
Dengan semangat kebersamaan dan kesetaraan, SETARA Art menempatkan seni kembali sebagai ruang dialog—bukan sekadar etalase prestise.
Reportase: Arie Siswana
#basukiprahoro #dikDOANK #dirotkadirah #tangerangraya #senirupa #kebudayaan












