Menu ✖

Otomatis

Headline

The Chess Tournament: Saat Catur Menyatukan Warga

badge-check

The Chess Tournament: Saat Catur Menyatukan Warga Perbesar

BANTENKINI.COM, TANGERANG — Di tengah hiruk pikuk Pasar Modern Paramount, Gading Serpong, suara langkah pengunjung dan aktivitas para pedagang bercampur dengan bunyi bidak catur yang dipindahkan perlahan di atas papan hitam putih. Tidak ada panggung besar, tidak ada tata acara mewah. Hanya ruangan sederhana di Triple C Cafe yang dipenuhi warga dari berbagai latar belakang, duduk saling berhadapan memainkan strategi.

Namun The Chess Tournament bukan sekadar turnamen catur biasa.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Mei 2026 itu menjadi ruang pertemuan warga di tengah kejenuhan terhadap kebisingan sosial dan situasi yang dipenuhi pertentangan. Di tengah budaya saling serang yang makin akrab di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari, para penyelenggara justru memilih catur sebagai simbol ajakan untuk bertanding tanpa permusuhan.

Sebanyak 26 peserta mengikuti turnamen yang dibagi ke dalam tiga grup, yakni Grup A, B, dan C. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu, panitia menyiapkan hadiah utama berupa satu unit ruko bagi pemenang.

Pembukaan kegiatan berlangsung sederhana. Lagu Indonesia Raya diputar menggunakan musik mp3, diiringi slogan “merdeka” dari peserta yang hadir. Sambutan disampaikan tokoh masyarakat Dhani, dilanjutkan Ketua Panitia Chun-chun dan owner Triple C Cafe, Marzuki.

Tidak ada sekat khusus antara panitia, peserta, maupun tamu undangan. Semua duduk dalam ruang yang sama tanpa panggung tinggi ataupun tata acara formal berlebihan. Suasana tersebut justru memperlihatkan kedekatan antarwarga yang menjadi semangat utama kegiatan.

“Walaupun pondasi kita rapuh, namun sebenarnya kita kuat,” ujar Chun-cun dalam sambutannya.

Suasana hangat juga terasa dalam sesi pembukaan. Beberapa panitia tampak saling menyampaikan pesan kebersamaan usai melalui berbagai proses persiapan kegiatan.

Momen tersebut mencerminkan semangat utama kegiatan, yakni menjaga kebersamaan dan menyelesaikan perbedaan tanpa permusuhan.

Selain pertandingan catur, kegiatan juga diramaikan dengan pemasangan karya sketsa dan lukisan cepat karya perupa Tangerang, Ade Pasker. Karya-karya tersebut menampilkan representasi kehidupan sosial masyarakat pasar, mulai dari aktivitas pedagang hingga dinamika warga di lingkungan sekitar pasar modern.

Keberadaan karya seni itu menjadi pelengkap suasana kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga ruang refleksi sosial di tengah kehidupan urban yang semakin individual.

Sebagai owner Triple C Cafe, Marzuki mengaku bersyukur tempat usahanya dapat digunakan sebagai ruang berkumpul warga. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momen untuk saling mengenal dan mempererat silaturahmi antar warga.

Sementara itu, A Ling yang menjadi penasihat kegiatan menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Kalah atau menang itu konsekuensi. Jangan sampai merusak pertemanan,” katanya.

Apresiasi juga datang dari pemain catur senior, Dani, yang menutup sesi pembukaan. Dia berharap kegiatan berjalan lancar hingga hari terakhir pelaksanaan.

Di balik penyelenggaraannya, kegiatan tersebut juga sempat menghadapi sejumlah hambatan, terutama terkait penggunaan tempat dan persoalan perizinan pemasangan spanduk maupun karya. Meski demikian, para penggagas tetap melanjutkan kegiatan karena menilai ruang sosial semacam ini penting bagi lingkungan warga.

Bagi mereka, pasar tidak semestinya hanya menjadi tempat transaksi dan kepentingan dagang semata. Lebih dari itu, lingkungan pasar juga dapat menjadi ruang pertemuan sosial tempat warga saling mengenal, membangun kebersamaan, dan menjaga rasa persatuan.

Melalui papan catur sederhana di tengah kesibukan pasar modern, warga mencoba menyampaikan pesan yang terdengar sederhana, namun terasa relevan di tengah situasi hari ini: daripada terus hidup dalam pertikaian, lebih baik duduk bersama dan bermain catur.

 

—Arie Siswana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

LT II Kwarran Pinang Diikuti 600 Peserta dan Dibuka Ketua Kwarcab Kota Tangerang

17 Oct 2026 - 10:46 WIB

LT II Kwarran Pinang Diikuti 600 Peserta dan Dibuka Ketua Kwarcab Kota Tangerang

Kontingen SOIna Banten Menuju Pesonas 2026 NTT

13 Oct 2026 - 06:13 WIB

Kontingen SOIna Banten Menuju Pesonas 2026 NTT

Edukasi Kewajiban Perpajakan dalam Meningkatkan Ketertiban Administrasi dan Kepatuhan Pajak UMKM Motekar 97

12 Oct 2026 - 09:11 WIB

Edukasi Kewajiban Perpajakan dalam Meningkatkan Ketertiban Administrasi dan Kepatuhan Pajak UMKM Motekar 97

Lembaga Kesehatan MUI Kota Tangerang Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kulit Gratis

8 Oct 2026 - 20:14 WIB

Lembaga Kesehatan MUI Kota Tangerang Gelar Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kulit Gratis

Jota Joti 2026, Kwarcab Kota Tangerang Gratiskan Pendaftaran Peserta

8 Oct 2026 - 16:20 WIB

Jota Joti 2026, Kwarcab Kota Tangerang Gratiskan Pendaftaran Peserta
Trending on Headline