Menu

Otomatis

Daerah

Usai Dipulihkan dari Bencana Alam, Daerah Gayo Lues Menuju Aceh Tengah Kembali Longsor

badge-check

Usai Dipulihkan dari Bencana Alam, Daerah Gayo Lues Menuju Aceh Tengah Kembali Longsor Perbesar

BANTENKINI.ID, ACEH  – Belum usai hasil kerja keras memulihkan pasca bencana alam yang menimpa wilayah Aceh, kini bencana alam itu kembali terjadi lagi di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan adanya longsor yang kembali terjadi di ruas jalan penghubung Blangkejeren, Gayo Lues dengan Aceh Tengah

Sebelumnya, pada 1 Januari lalu, ruas jalan tersebut sudah terhubung. Namun, longsoran akibat hujan pada 3 dan 4 Januari mengakibatkan akses jalan kembali terganggu.

“Kami menerima kabar dari Gayo Lues bahwa terjadi lagi longsoran di akses jalan antara Blangkejeren ke Aceh Tengah yang sebelumnya pada 30 Desember dan 1 Januari kami laporkan bahwa ini sudah terhubung, ternyata di tanggal 3 dan 4 itu terjadi lagi hujan dan mengakibatkan longsoran,” ungkap Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (6/1/2026).

“Sehingga, ini masih dalam proses pembersihan, meskipun itu bisa terus bisa dilalui dengan jalan alternatif,” tambahnya,

Saat ini, kata dia, proses pembersihan masih terus dilakukan di tiga titik longsor. Pihaknya menargetkan pembersihan selesai pada 11 Januari mendatang.

“Tetapi tentu saja ini dalam proses pembersihan kembali titik longsor ini, ada sekitar tiga titik longsor dengan target penyelesaian 11 Januari 2026,” tuturnya.

“Nah, hal-hal seperti ini yang masih kita atensi khususnya kalau untuk longsor itu di daerah tengah, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues,” imbuhnya.

Menurutnya, jalan penghubung antara tiga kabupaten yang terletak di daerah ketinggian dengan kontur perbukitan dan lereng ini sangat rentan longsor susulan.

“Sedangkan kalau di daerah pesisir, Bireuen, Aceh Timur, kemudian Aceh Utara, ini cukup rentan dengan banjir atau luapan sungai akibat hujan,” kata dia.

Oleh sebab itu, lanjut Muhari, masih harus ada kewaspadaan yang perlu ditingkatkan.

“Untuk titik-titik yang menjadi sumber luapan tentu saja bisa kita minimalisasi, kita mitigasi dengan upaya normalisasi. Tetapi untuk titik-titik longsoran ini masih akan kerja keras bagaimana upaya kita untuk meminimalkan potensi longsor di kelereng-kelerengan yang saat ini masih terjadi, salah satu contohnya di ruas jalan ini,” katanya.

Ia berharap dengan adanya OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dan penanganan-penanganan di lapangan, hal semacam itu dapat diatasi dan diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Respons Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Ketua DPC PSI Legok Tendy Lim Bagikan Masker kepada Warga

7 Sep 2026 - 18:43 WIB

Respons Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Ketua DPC PSI Legok Tendy Lim Bagikan Masker kepada Warga

Tutup Liga AAFI Tangerang IV Piala Kadispora, Kaonang: Jadikan Agenda Tetap Jumlah Peserta Lebih Besar

7 Sep 2026 - 06:53 WIB

Tutup Liga AAFI Tangerang IV Piala Kadispora, Kaonang: Jadikan Agenda Tetap Jumlah Peserta Lebih Besar

RW Kinoy Bersama Warga Gelar Bersih-Bersih Musholla Al-Falah

6 Sep 2026 - 13:53 WIB

RW Kinoy Bersama Warga Gelar Bersih-Bersih Musholla Al-Falah

Harga Beras Tetap Dijangkau, BULOG Hadir di Rangkasbitung dan Pandeglang

5 Sep 2026 - 19:54 WIB

Harga Beras Tetap Dijangkau, BULOG Hadir di Rangkasbitung dan Pandeglang

Pelantikan Pengurus Kwarran Neglasari, Ketua Kwarcab Kota Tangerang: Sungguh-sungguh Lakukan Pendidikan Karakter Generasi Muda Pramuka

4 Sep 2026 - 13:30 WIB

Pelantikan Pengurus Kwarran Neglasari, Ketua Kwarcab Kota Tangerang: Sungguh-sungguh Lakukan Pendidikan Karakter Generasi Muda Pramuka
Trending on Headline