Menu

Otomatis

Daerah

Verifikasi Kerusakan Bangunan Banjir dan Longsor Sumatra, BNPB Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil

badge-check

Verifikasi Kerusakan Bangunan Banjir dan Longsor Sumatra, BNPB Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Perbesar

BANTENKINI.ID, SUMATRA BARAT – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dan Aceh tahap demi setahap mulai pulih dan berangsur membaik. Berbagai upaya percepatan terus dilakukan dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor guna mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Sebagai bagian dari proses tersebut, sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas diterjunkan untuk membantu verifikasi dan validasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor. Para mahasiswa tersebut merupakan peserta program Kerja Kuliah Nyata (KKN) yang dikerahkan pada Jumat (2/1).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan mahasiswa dari bidang teknik untuk membantu proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan mahasiswa mayoritas adalah jurusan teknik sipil dan arsitektur. Mereka diturunkan langsung ke lapangan untuk memverifikasi tingkat kerusakan bangunan, khususnya rumah warga terdampak.

“Ini sudah kita lakukan di Sumatra Barat dengan mendayagunakan sebanyak 400 mahasiswa dari Universitas Andalas yang kemudian turun ke kabupaten/kota terdampak untuk benar-benar memvalidasi kriteria kerusakan yang sudah dilaporkan.” kata Abdul Muhari, Selasa (6/1/2025).

Abdul Muhari menyebut data ini penting untuk menjadi dasar penentuan skema bantuan rumah rusak ringan dan sedang. Termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hanyut.

Abdul mengatakan bahwa pembangunan hunian ini menjadi target dalam fase transisi darurat setelah bencana Sumatra. Katanya, data masih akan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

“Kita mendapatkan laporan dari pemerintah daerah, pemerintah daerah mendapatkan laporan berjenjang dari bawah, bahkan untuk daerah-daerah yang mungkin kondisi daerahnya masih cukup sulit,” katanya.

Untuk diketahui, terkait status tanggap darurat bencana banjir dan longsor, bahwa di Provinsi Aceh masih diberlakukan hingga 8 Januari 2026 untuk sembilan daerah dari total 18 kabupaten/kota terdampak. Sementara sembilan kabupaten/kota lainnya telah beralih ke fase transisi darurat.

Adapun untuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat saat ini semuanya sudah beralih ke transisi darurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Respons Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Ketua DPC PSI Legok Tendy Lim Bagikan Masker kepada Warga

7 Sep 2026 - 18:43 WIB

Respons Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Ketua DPC PSI Legok Tendy Lim Bagikan Masker kepada Warga

Tutup Liga AAFI Tangerang IV Piala Kadispora, Kaonang: Jadikan Agenda Tetap Jumlah Peserta Lebih Besar

7 Sep 2026 - 06:53 WIB

Tutup Liga AAFI Tangerang IV Piala Kadispora, Kaonang: Jadikan Agenda Tetap Jumlah Peserta Lebih Besar

RW Kinoy Bersama Warga Gelar Bersih-Bersih Musholla Al-Falah

6 Sep 2026 - 13:53 WIB

RW Kinoy Bersama Warga Gelar Bersih-Bersih Musholla Al-Falah

Harga Beras Tetap Dijangkau, BULOG Hadir di Rangkasbitung dan Pandeglang

5 Sep 2026 - 19:54 WIB

Harga Beras Tetap Dijangkau, BULOG Hadir di Rangkasbitung dan Pandeglang

Pelantikan Pengurus Kwarran Neglasari, Ketua Kwarcab Kota Tangerang: Sungguh-sungguh Lakukan Pendidikan Karakter Generasi Muda Pramuka

4 Sep 2026 - 13:30 WIB

Pelantikan Pengurus Kwarran Neglasari, Ketua Kwarcab Kota Tangerang: Sungguh-sungguh Lakukan Pendidikan Karakter Generasi Muda Pramuka
Trending on Headline