BANTENKINI.ID, KOTA TANGERANG — Pihak Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah akhirnya Ustadz Syarip Hidayatullah Spd, Lurah pondok dan M Faisal Fajri. MH, ketua ikatan Wali santri komite pondok pesantren Asshiddigiyah memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan mengenai kegiatan pengaspalan halaman pesantren yang sempat menjadi sorotan publik dan dikaitkan dengan dugaan keterlibatan aset maupun personel pemerintah daerah.
Dalam keterangannya, pihak yayasan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan proyek bantuan Pemerintah Daerah maupun pekerjaan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang.
Pihak pesantren menjelaskan bahwa pengerjaan tersebut dilakukan untuk menunjang persiapan kegiatan besar Festival Santri tingkat Provinsi Banten yang dalam waktu dekat akan digelar di lingkungan pondok pesantren.
“Pengerjaan tersebut merupakan permohonan perbantuan peminjaman pemakaian alat baby roller oleh Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah,” jelas Pihak yayasan dalam keterangannya.
Menurut pihak yayasan, alat yang digunakan di lokasi hanya bersifat pinjam pakai dan bukan bentuk bantuan proyek dari pemerintah daerah. Sementara seluruh biaya pengerjaan pengaspalan disebut berasal dari internal pesantren dan swadaya yayasan.
“Itu hanya peminjaman alat oleh yayasan pesantren. Karena dalam waktu dekat akan ada kegiatan Festival Santri tingkat Provinsi Banten,” ujar pihak yayasan.
Pihak pesantren juga mempertanyakan munculnya anggapan yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan bantuan resmi dari Dinas PUPR hanya karena adanya penggunaan alat berat di lokasi pengerjaan.
“Pengerjaan pengaspalan itu bukan dibantu oleh Pemda. Yang ada hanya peminjaman alat yang dilakukan oleh pihak yayasan pesantren,” lanjutnya.
Melalui klarifikasi ini, pihak yayasan berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh serta tidak muncul opini yang dapat merugikan pihak tertentu.
“Harapan kami tidak ada fitnah dan hal-hal yang dapat merugikan nama baik PUPR dan Yayasan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah,” tegas pihak yayasan.
Dengan adanya penjelasan tersebut, pihak pesantren berharap publik dapat memahami persoalan secara objektif dan menyeluruh, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait kegiatan pengaspalan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut.(Red).







