Menu

Dark Mode

Daerah

Tingkatkan Kapasitas Kader Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Banteng Gelar Gerakan SI RECALL 24 JAM

badge-check


					Tingkatkan Kapasitas Kader Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Banteng Gelar Gerakan SI RECALL 24 JAM Perbesar

BANTENKINI.ID, LEBAK – Dosen dan Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Gerakan SI RECALL 24 JAM di Desa Mekar Agung

Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat, dosen bersama mahasiswa Program Studi Kebidanan Poltekkes Kementerian Kesehatan Banten melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan SI RECALL 24 JAM (Sinergi Remaja Food Recall 24 Jam) di Desa Mekar Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat agar mampu mendampingi remaja dalam mengenali pola konsumsi sehari-hari, mengevaluasi kecukupan gizi, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting sejak masa remaja.

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan secara komprehensif dan berkesinambungan. Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada masa kehamilan atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), tetapi perlu dimulai sejak masa remaja melalui pembentukan perilaku hidup sehat, termasuk penerapan pola konsumsi pangan yang bergizi seimbang. Oleh karena itu, kader kesehatan memiliki peran strategis dalam mendampingi, memberikan edukasi, serta memotivasi remaja untuk menerapkan perilaku makan yang sehat.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya gizi remaja, hubungan status gizi remaja dengan risiko stunting pada generasi berikutnya, konsep Food Recall 24 Jam, serta manfaat pencatatan konsumsi makanan sebagai salah satu metode penilaian asupan gizi. Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Gerakan SI RECALL 24 JAM.

Pada sesi ini, kader kesehatan mempraktikkan secara langsung cara melakukan wawancara Food Recall 24 Jam kepada remaja yang hadir dalam kegiatan. Remaja diminta mengingat kembali seluruh makanan, minuman, camilan, serta jenis minuman yang dikonsumsi selama 24 jam terakhir, mulai dari bangun tidur hingga sebelum tidur pada hari sebelumnya.

Selanjutnya, kader mencatat jenis makanan, waktu konsumsi, jumlah porsi, serta cara pengolahan makanan sesuai dengan format yang telah disediakan.

Simulasi ini dirancang agar kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam melakukan pendampingan kepada remaja. Tim dosen dan mahasiswa memberikan bimbingan secara langsung selama proses simulasi, termasuk memberikan koreksi apabila terdapat informasi yang belum lengkap, membantu memperkirakan ukuran porsi menggunakan ukuran rumah tangga, serta menjelaskan cara menggali informasi secara lebih mendalam agar data yang diperoleh valid dan dapat digunakan untuk penilaian asupan gizi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan kader dalam mengajukan pertanyaan serta kesungguhan mereka saat melakukan simulasi bersama remaja.

Melalui praktik tersebut, kader memperoleh pengalaman nyata mengenai langkah-langkah pelaksanaan Food Recall 24 Jam sehingga lebih percaya diri untuk menerapkannya dalam kegiatan pembinaan kesehatan di masyarakat.

Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten juga berperan aktif dalam mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses demonstrasi, memberikan pendampingan kepada kader saat simulasi, serta memfasilitasi diskusi mengenai pola makan remaja dan pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis promotif dan preventif.

Melalui Gerakan SI RECALL 24 JAM, diharapkan kader kesehatan mampu menjadi agen edukasi di masyarakat dengan mengajarkan cara sederhana untuk mengenali pola makan remaja, mengidentifikasi potensi kekurangan asupan zat gizi, serta memberikan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, memperbaiki kualitas konsumsi pangan sehari-hari, dan pada akhirnya mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa remaja.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Banten dalam mendukung pembangunan kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas kader kesehatan, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Diharapkan Gerakan SI RECALL 24 JAM dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan di berbagai wilayah sebagai salah satu strategi promotif dalam meningkatkan kualitas gizi remaja dan mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hak Ulayat Harus Dihormati, Masyarakat Adat Nabire: Jangan Atur Tanah Kami Secara Sepihak

5 August 2026 - 17:21 WIB

Fery Radiansyah Tekankan KDKMP Harus Beri Manfaat Nyata

5 August 2026 - 17:17 WIB

Pemerintah Kota Tangerang Selatan Akan Pakai Venue Milik Kota Tangerang untuk Porprov VII Banten 2026

5 August 2026 - 06:06 WIB

Kunjungan Perdana, Kapolres Lebak Arninsi Diterima Kajari Adi Rifani

4 August 2026 - 10:49 WIB

Tim Protokoler Kwarcab Kota Tangerang Dikukuhkan

3 August 2026 - 09:36 WIB

Trending on Headline